Senin, 06 Februari 2017

Ucapan Perpisahan

Hari kian berganti, mentari terus berjalan hingga tak kusadari waktuku telah berakhir dan sudah saatnya aku harus kembali.

Kembali untuk menjadi diriku sendiri, meninggalkan segala bentuk kegiatan yang kulakukan bersama orang-orang yang senantiasa membuatku tertawa bahagia. Orang-orang yang selalu berada di dekatku yang senantiasa menghiasi warna di setiap hariku.

Banyak hal yang tak bisa kulupakan dari sosok mereka, bermula dari kenakalan, ejekan, tawa, serta kekonyolan hingga berujung kehebohan yang menjadi penghibur suasana.

Saat ini aku berada dalam kesendirian, tak ada lagi tawa mereka, tak ada lagi candaan mereka yang tak pernah membuatku bosan mendengarnya.

Dihadapanku kini hanya ada lembaran2 buku dan sebuah pena, hiburanku tak lagi sebahagia biasanya, hanyalah deringan musik dari handphone ku yg dapat kudengar, tak ada nyanyian langsung dari mulut mereka.

Memang benar, inilah hidup yang sesungguhnya. Sebuah cita-cita dan tujuan hidup membuatku harus berjuang sendiri tanpa teman-temanku, apalah daya jarak yang tak mampu dijangkau oleh mata harus membuatku terpisah jauh oleh mereka. Cukuplah doa mereka yang selalu mengiringiku hingga kesuksesan menghampiriku.

Sampai bertemu Kawan di hari yang akan datang, ku harap perpisahan kita hari ini tak akan pernah membuat kalian melupakan sosok diriku, terimakasih atas hari-hari dan waktu kalian untuk kebersamaan yang pernah kita lalui.

See you next time buddy 😊

Minggu, 05 Februari 2017

Karena Merekalah Jutaan Kebahagiaanku

Entah berapa jauh langkah kaki ini telah melangkah, entah berapa lama mata ini telah memandang, entah berapa banyak orang yang telah raga ini temui. Sedari nafas pertama kuhembuskan di dunia, hingga saat ini masih berhela hembusan lembutnya.

Di hari-hari awal ku tumbuh, memang keluarga tercinta yang senantiasa ada di sekelilingku. Namun seketika beranjak umurku, hadirlah teman-teman sebagai penghias hari-hariku, pengisi ruang dan waktuku, serta pencipta nuansa kebahagiaanku.


Mereka yang senantiasa hadir dengan keceriaannya, canda tawanya, dan  bahkan lelucon konyolnya memaksaku untuk menggoreskan nama-nama terbaik mereka dalam ingatanku. Ingatan ini yang nantinya akan menjadi kenangan bersejarah yang akan tetap terjaga hingga habisnya cahaya pelita dunia.

Banyak daerah telah aku jelajahi, banyak teman yang telah aku dapati. Namun apakah mampu kudustai ketika dunia menjadi saksi bahwa teman sedari kecilku lah yang jauh lebih berarti.

Merekalah yang lebih mengenal sisi baik dan burukku, mereka pula yang lebih tau kelemahan dan kekuranganku. Di hadapan mereka telah kutorehkan jutaan kebahagiaanku, di belakang mereka kuluapkan segala kesedihanku.

Jauh dari mereka adalah sebuah pengorbanan, berjalan tanpa mereka adalah perjuangan, bahagia tanpa mereka adalah khayalan, sedih kehilangan mereka adalah kenyataan.

Bersama mereka tak pernah lekang oleh waktu, suara mereka tak akan kalah dari riuh gemuruh, meski jarak membentang jauh, mereka adalah rumah yang nantinya akan menjadi tempat untuk berlabuh ketika raga ini telah lelah untuk menjauh.

Aku hari ini tetaplah diriku yang dulu, begitu pula dengan kalian. Kita tak akan berbeda jika hanya sekedar profesi. Pelaut, Atlet, dan Mahasiswa adalah sama selama kita tetap dibawah langit yang sama, karena status tak lain hanyalah sebatas hamba.

Sehat selalu Sahabat Terbaikku. Seburuk apapun keadaanmu, sesukses apapun dirimu, aku selalu berharap bahwa kita akan tetap bersatu dalam pergejolakan hidup yang berliku-liku. Kita hadapi segala rintangan dengan semangat yang menggebu-gebu.


Salam Terbaikku,

Sulaiman

Sabtu, 04 Februari 2017

Kado Pahit Masyarakat di Awal Tahun 2017

Pemerintah Indonesia kembali memberikan Kado Pahit kepada Masyarakat Indonesia. Di awal Tahun 2017, Pemerintah memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku Pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Keputusan Pemerintah yang mengganti PP Nomor 50 Tahun 2010 menjadi PP Nomor 60 Tahun 2016 bisa dikatakan sebagai kebijakan yang semena-mena. Karena sebagaimana kita ketahui, Peraturan ini diberlakukan tanpa diiringi Sosialisasi secara menyeluruh terhadap Masyarakat Indonesia.

Seandainya jika kita berlandaskan pada ketentuan yang tertera pada Pasal 23 Ayat (2) UUD 1945, ditetapkan bahwa setiap pajak yang dipungut oleh Pemerintah harus berdasarkan Undang-Undang. Artinya bahwa setiap Pungutan pajak harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Rakyat yang direpresentasikan dalam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam bentuk Undang-Undang.

Berdasarkan data yang diperoleh FITRA (Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran) sangat terlihat bahwa kebijakan Pemerintah tersebut benar-benar tidak memihak kepada rakyat. Bagaimana tidak? Masyarakat yang dalam kesehariannya sudah dibebani dengan pajak, namun beban itu seakan bertambah dengan diberlakukannya kebijakan tersebut.

Sebagai Faktanya, kenaikan cukup tinggi untuk penerbitan Surat Mutasi kendaraan bermotor ke luar daerah. PP terdahulu surat mutasi ke luar daerah hanya RP 75.000 untuk semua jenis kendaraan, sekarang tarifnya RP 150.000 untuk kendaraan bermotor roda 2 atau roda 3 serta kendaraan bermotor roda 4 atau lebih mencapai RP 250.000.

Tarif baru ditingkatkan dengan persentase peningkatan yang signifikan. Dimana Persentase kenaikan berada di kisaran 100 persen hingga 275 persen. Peningkatan suatu tarif memang merupakan suatu hal yang wajar juga mengingat sudah selama 7 tahun tarif lama ini berlaku, namun kenaikan tersebut harusnya bertahap tidak secara langsung tiba-tiba melonjak dan membuat kaget Masyarakat.

Kebijakan Pemerintah untuk menerbitkan PP Nomor 60 Tahun 2016 merupakan suatu kebijakan yang salah. Kebijakan yang menyiksa rakyat ini bukanlah sebuah solusi yang tepat untuk mendapatkan pemasukan lebih banyak dari sudut perpajakan. Kebijakan ini hanya akan menimbulkan berbagai Polemik yang berkembang di masyarakat.

Kenaikan pajak kendaraan, Tarif Dasar lIstrik, dan BBM ini tidak menghadirkan Transparansi dana yang maksimal atas pencapaian kenaikan tarif-tarif tersebut. Penerimaan dana yang didapat dari hasil kenaikan tarif inipun tidak jelas akan dialokasikan kemana.

Pemerintah berdalih bahwasanya alasan kenaikan tarif-tarif tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan meningkatkan infrastruktur pembangunan. Namun nyatanya? Pelayanan pemerintah terhadap masyarakat saat ini seperti apa? Lalu perbaikan Infrastruktur apa yang kita rasakan saat ini? Masih banyak jalan-jalan berlubang yang direnovasi, seharusnya dana tersebut dapat dialokasikan untuk perbaikan2 infrastruktur tersebut.

Tercatat dari data Kompas di tahun 2015, dijelaskan bahwa kinerja kepolisian dalam pelayanan kepada masyarakat ada ketidakpuasan yang dirasakan masyarakat itu sendiri dalam pelayanan tersebut. Persentasenya mencapai 32,6 persen. Data dari Kompas Tahun 2013 menyatakan bahwa 52 persen keluhan masyarakat adalah penundaan yang berlarut-larut.

Melihat kesewenangan dalam pemutusan kebijakan ini, Kami Masyarakat Indonesia berharap agar Pemerintah mengevaluasi ulang mengenai besaran peningkatan dan pemberlakuan bertahap. Selebih dari itu Kami berharap agar Pemerintah mencabut PP Nomor 60 Tahun 2016 dan menghantinya dengan Kebijakan yang lebih memihak dan tidak membebankan Masyarakat Indonesia secara Umum.

Mari sama-sama kita tinjau dan selalu mengawasi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah. Disaat Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dinilai mendzolimi Rakyatnya, maka hanya ada Satu Kata untuknya Lawan

Bergerak Atau Tergantikan
Hidup Mahasiswa!!!
Hidup Rakyat Indonesia!!!


Salam Pergerakan

Sulaiman
(WaKadiv TAnK MIPA UNJ 2017)

Jumat, 03 Februari 2017

Teruntuk Sahabatku

Suatu ketika ku duduk terpaku dan terdiam di sebuah kursi dalam kamarku. Ku ambil handphone ku dan perasaanku tertarik untuk membuka galeri poto yang ada di handphone ku, seketika jariku menyentuh salah satu kategori poto yang tertulis di galeri itu.

Muncullah butiran-butiran poto yang tersusun rapi disana. Ku perhatikan satu persatu poto itu, dan terlintas dalam khayalanku sebuah kejadian yang terasa nyata dikala ku melihat poto-poto itu.

Jemariku tak berhenti menggeser layar handphone ku sementara mataku tak teralihkan oleh pandangan apapun di sekelilingku guna melihat dan memastikan bahwa tak ada satu poto pun yang akan terlewati oleh kedip mataku.


Berbagai macam pose dan mimik wajah terlihat dari poto-poto itu, anehnya tak satu pun dari poto itu yang memunculkan poto berisi mimik wajah yang sedang bersedih, semuanya adalah poto-poto indah dengan mimik wajah yang menggambarkan suasana kebahagiaan.

Suasana harupun tiba-tiba muncul dari dalam benakku. Bagaimana tidak ? Poto-poto itu diisi oleh wajah-wajah orang yang sangat berarti dalam hidupku, wajah-wajah yang tak pernah membuatku bosan dikala sedang bersama dengan mereka. Wajah-wajah itu tak lain adalah wajah dari sahabat-sahabatku.

Deretan poto-poto terukir disana, mulai dari poto yang diambil saat kami berkumpul bersama, tawa bersama, berjuang bersama dan bahkan ada poto yang terlihat dikala kami sedang melakukan kekonyolan bersama.

Dari poto itu, muncul bayangan dalam ingatanku, dimana bayangan itu mulai merasuki seluruh khayalanku. Khayalanku pun semakin membuatku terdiam dan membuatku tak mampu mengeluarkan kata-kata dari bibirku.

Teringat olehku ketika kami sedang bercanda bersama, menari dan menyanyi serta bersuka ria menghilangkan semua keresahan yang ada dalam palung jiwa. Berjuta keindahan yang kami rasakan seolah-olah sebuah karunia yang luar biasa yang bisa kukatakan tak dapat dirasakan oleh orang lain.

Sayangnya, kebahagiaan itu hanya dapat kami rasakan di waktu yang singkat. Perbedaan tujuan hidup berhasil memisahkan kami dengan memunculkan jarak yang tak mampu dijangkau oleh mata. Jangankan untuk berkumpul bersama, sekedar bertatap muka pun merupakan suatu kemustahilan untuk dirasakan.

Karna itulah, waktu senjang yang kami dapatkan akan kami gunakan dengan sebaik-baiknya untuk menciptakan kebahagiaan di tengah-tengah indahnya kebersamaan.

Boleh jadi perpisahan kami hari ini dan esok merupakan suatu kesedihan yang tak bisa kami tutupi. Namun dibalik kesedihan itu tersimpan kerinduan mendalam yang akan menambah keakraban kami dikala kami berjumpa kembali.

Saat pertemuan itu terjadi, akan kami ubah kesedihan itu menjadi suatu kebahagiaan yang memiliki berjuta arti, kesenangan yang tiada henti, dan keceriaan di sepanjang hari.

Akan kami rubah kehidupan ini menjadi kehidupan yang terhubung oleh sebuah benang panjang yang akan kami potong dan kami rangkai menjadi suatu "Tali Persahabatan" yang kokoh yang tak akan pernah terputuskan.

Good luck for your job buddy, I hope we will become the success people and we will always together
Because We are limited edition

Kamis, 02 Februari 2017

Selesaikan Apa Yang Telah Kita Mulai

Bismillah..

Hidup adalah sebuah perjalanan yang dititipkan oleh Yang Maha Pencipta sebagai bentuk nikmat dan karunia yang luar biasa yang mampu kita rasakan. Maka dari itu, sudah sewajarnya rasa syukur hadir dalam diri kita lantaran Yang Maha Kuasa telah mengizinkan kita menorehkan kehidupan di dunia yang penuh dengan fatamorgana ini.


Seiring berjalannya kehidupan, banyak sekali makhluk bernyawa (Baca : Manusia) yang berlomba-lomba mengejar suatu gelar yang biasa kita sebut dengan kesuksesan. Anehnya, banyak orang yang ingin mencicipi kesuksesan namun sedikit sekali dari mereka yang mau berjuang mengejar kesuksesan itu. Kebanyakan dari mereka ingin meraih kesuksesan dengan cara yang mudah dan sederhana tanpa ada yang namanya perjuangan dan pengorbanan.

Orang yang bermimpi meraih kesuksesan tapi tidak diiringi dengan perjuangan dan pengorbanan, maka selamanya mimpi itu hanya sekedar mimpi dan tak akan pernah menjadi wujud yang nyata selamanya. Karena sejatinya kesuksesan itu adalah buah dari yang namanya perjuangan. Maka sudah jadi hal yang lumrah jika kesuksesan itu selalu dikaitkan dengan yang namanya perjuangan.

Banyak orang yang mengatakan bahwa sukses bisa diraih dengan bermodalkan uang tanpa perlu berjuang. Dengan menolak pernyataan tersebut saya bisa katakan bahwa kesuksesan yang dibeli dengan uang tidaklah senikmat kesuksesan yang didapatkan dari hasil perjuangan.

Lantas apa yang membuat banyak orang tak mau menempuh kesuksesan melalui jalan perjuangan ? Dan kenapa banyak orang yang berhenti di tengah jalan dalam berjuang meraih kesuksesan ?

Jawabannya hanyalah kesabaran dan keberanian untuk mencoba. Ketika ingin meraih kesuksesan, seseorang harus punya tekad yang kuat yang harus benar-benar tertanam dalam diri dan senantiasa menjadi motivasi. Dengan tekad yang kuat ini akan menentang segala hal-hal negatif yang berusaha mempengaruhi diri agar berhenti untuk berjuang.

Ketika tekad ini telah benar-benar tertanam dalam diri, maka mulailah perjuangan dengan hal-hal yang sederhana. Hal yang paling sederhana adalah meninggalkan zona nyaman. Kebanyakan orang tidak meraih kesuksesannya karena tidak ada keberaniannya untuk meninggalkan zona nyamannya.

Ketidakberanian seseorang meninggalkan zona nyamannya artinya orang tersebut telah gagal melewati langkah awal yang begitu sederhana. Ketakutannya untuk memulai sesuatu yang tidak biasa mereka lakukan akan menjadi penghambat utama dalam meraih kesuksesan.

Namun sebaliknya, ketika seseorang telah mampu meninggalkan zona nyamannya. Maka dia akan memasuki rentetan perjuangan yang selanjutnya, perjalanan panjang dari perjuangan ini tak menutup kemungkinan seseorang untuk bertemu dengan yang namanya kegagalan.

Banyak orang yang tak sampai meraih kesuksesannya karena menghentikan perjuangannya di tengah jalan ketika menjumpai kegagalan. Walau terkadang kesuksesan itu tinggal selangkah berada tepat dihadapannya.

Maka perlulah setiap orang mempunyai prinsip untuk menyelesaikan segala sesuatu dari setiap apa yang telah dia mulai. Ketika jalan yang kau tempuh menemui kegagalan, banyak jalan lain yang bisa kau gunakan untuk menghindari kegagalan tersebut.

Sebuah kisah inspiratif dari buku "Mundur Selangkah Melesat 1000 Langkah"
Seekor lalat yang berusaha keluar dari jendela yang tertutup hanya melakukan satu cara untuk keluar, cara yang ia lakukan adalah terus menerus menabrak jendela tersebut dan berpikir bahwa dengan menabrak jendela itu maka jendelanya akan bisa ditembus. Namun sebuah kenyataan lain terjadi, walaupun melakukan cara itu dengan berulang-ulang dia tak mampu menembus jendelanya, bahkan pada akhirnya dia mati.

Pelajarannya :
Jika sekiranya lalat itu berfikir, banyak alternatif lain yang bisa ia lakukan. Sama dengan judul buku yang diatas bahwa mulailah untuk mundur terlebih dahulu, lihatlah peluang-peluang ataupun jalan lain yang mampu kau coba, bisa saja lalat tersebut mundur terlebih dahulu lalu naik ke atas jendela yang mana biasanya setiap atas jendela selalu ada lubang, jika sekiranya lalat mau mencoba hal ini tentu dia tidak akan mati dan mampu keluar melalui lubang tersebut. Tapi fakta berkata lain, bahwasanya lalat ini berfikir bodoh karna dia hanya melakukan satu tindakan yang sejatinya tidak akan membuat dia keluar dari jendela tersebut.

Sama halnya dengan kita, jika hari ini kita gagal maka selamanya kita akan gagal jika kita tidak melakukan perubahan. Hanya melakukan hal-hal yang sama seperti sebelum kita gagal, padahal masih banyak alternatif lain yang dapat kita lakukan.

Siapapun yang hari ini mempunyai mimpi untuk meraih kesuksesan, maka perlulah ia menorehkan perjuangan. Walau terkadang kelelahan menghamipiri, kesedihan menghantui tapi ingatlah bahwa lelah dan sedih itu manusiawi maka usaha jangan pernah berhenti dan kesabaran jangan pernah dikurangi.

Silahkan terjatuh dan terperosok sedalam mungkin, karena bisa jadi memang saat itulah keadaan terbaikmu. Tapi jangan berdiam diri dan membiarkan keadaanmu begitu saja. Bangkit lagi, berdiri lagi, tersenyum lagi. Kakimu Allah yang ciptakan, tidak akan mampu berdiam diri jika bukan Allah yang izinkan berhenti.

"Selesaikanlah Apa Yang Telah Kita Mulai". Ketika kita telah memulai sesuatu maka sebuah kewajiban bagi kita untuk menyelesaikannya, menyerah ketika gagal bukanlah sebuah solusi terbaik. Namun bangkit setelah gagal adalah hal yang lebih baik.

Never Give Up !!!

Rabu, 01 Februari 2017

Waktu Yang Tak Dapat Dibeli

Sering ku berkhayal dalam kegelapan semu yang terselimut nuansa sepi kesendirian. Raga yang tak mampu bertindak hanya bisa terkujur rapuh meratapi pergejolakan hidup yang sudah tersusun rapi dalam skenario Allah.

Betapa tidak, hari nan indah yang mampu kulalui bersama teman-teman yang senantiasa membangkitkan semangatku kini hanya tersisa bagaikan satu goresan pena yang kehabisan tinta.

Dermaga Kurau, Kabupaten Bangka Tengah

Sebuah cita-cita memaksaku untuk rela mengorbankan kebahagiaan. sebuah tujuan hidup menuntutku untuk merasakan kesendirian. Bukan tanpa penyesalan, namun inilah kenyataan. Statusku yang hanya sebatas hamba tak mampu menolak segala cobaan dari Yang Maha Penguasa.

Kusadari sepenuhnya bahwa ini sudah menjadi sebuah takdir, dimana aku berada di jalan yang berbeda dari jalan yang mereka tempuh. Begitu pula sebaliknya bahwasanya mereka ada di jalan yang berbeda dari jalan yang aku tempuh.

Sebuah keyakinanku bahwa jalan yang sama-sama kami jelajahi ini nantinya akan berjumpa di sebuah persimpangan. Dimana ketika pertemuan ini terjadi maka hanya ada 2 pilihan, kami akan berjalan bersama-sama kembali ataukah hanya sekedar bertemu sebagai pelepas rindu dan kembali melanjutkan perjalanan yang selanjutnya.

Ah lagi-lagi aku terjebak dalam sebuah nostalgia. Perasaanku terlalu jauh membawa khayalanku terbang yang pada akhirnya lupa untuk mendarat kembali. Namun jika mereka menyadari bahwa inilah realita sesunggunya dan bukan sekedar rekayasa.

Hadirnya diriku di tengah-tengah mereka merupakan kado terindah yang pernah kudapatkan. Dimana setiap senyum yang tergores di pipi mereka, mampu membuatku turut merasakan kebahagiaan yang sedang mereka rasakan. Begitupula tawa canda yang selalu terpancar dari tingkah laku mereka, mampu membuatku terhibur dengan segala kekonyolan yang biasa mereka lakukan.

Adakah yang lebih indah daripada buah dari arti persahabatan ? Dimana sedih bahagia telah kami lalui, susah dan senang telah kami telusuri. Semua itu telah kami rasakan bersama hingga terjalin sebuah ikatan diantara kami yang mampu menyatukan kepribadian yang kami miliki.

Lantas kemana raga ini akan berlabuh ? Ketika kebersamaan bersama mereka lagi-lagi diambang perpisahan. Hari esok yang belum tentu kami lalui merupakan sebuah ancaman yang belum tentu mempertemukan kami kembali. Betapa berat tapak kaki ini melangkah demi meninggalkan jutaan kebahagiaan yang telah kami ukir bersama-sama.

Lagi-lagi hal ini mengajarkanku bahwa betapa mahalnya sang waktu yang tak mampu dibeli dan tak dapat diputar kembali. Apa yang terjadi di hari kemarin hanyalah tinggal kenangan, apa yang terjadi di hari ini adalah sebuah kenyataan, dan apa yang terjadi di hari esok tentunya akan menjadi sebuah harapan.

Untuk itu akan kupenuhi hari-hari terbaikku bersama mereka, akan kuukir seindah-indahnya kenangan yang akan tetap ada dalam ingatan, akan kurangkai jutaan harapan dalam mimpi menuju hari-hari yang akan datang, dan akan kujaga ikatan persahabatan dalam sebuah doa yang senantiasa kupanjatkan.

Tetap sehat sahabat-sahabatku, manfaatkanlah hari-hari terbaikmu, berjuanglah dengan cara yang ikhlas di jalanmu, jemputlah kesuksesanmu dan raihlah mimpi-mimpi indahmu. Ketika hari ini kau terjatuh maka bangkitlah, tak ada kata menyerah dan jangan mudah berputus asa. Ingatlah kita punya Allah yang mampu memberikan kita segala cara selagi kita tetap berpegang teguh pada-Nya.

"Saudaramu Amanahmu". Kuyakin kalian adalah saudara-saudaraku, maka kalian juga Amanahku. Bahagiamu adalah bahagiku, lelahmu pun juga lelahku. Semoga Allah senantiasa meridhoi persahabatan kita hingga kelak Dia akan mempertemukan kita kembali di Surga-Nya. Aamiin 😇

Khoirunnas Anfa'uhum Linnas
Laa Tahzan, Innallah Ma'ana

Senin, 07 November 2016

MUA Rumahku

Bismillah..
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

MUA adalah singkatan dari Masjid Ulul Albab yang mana MUA adalah sebuah masjid yang berdiri kokoh di antara 2 Fakultas Universitas Negeri Jakarta yang tak lain adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).

Punggawa MUA Tahun 1437 H
Namun MUA sendiri lebih cenderung diisi oleh orang-orang FMIPA termasuk diriku. Pernyataan ini bukan lah sebuah singgungan terhadap saudara-saudara kami di Fakultas Ilmu Keolahragaan, tapi yah beginilah keadaannya karena MUA sendiri diketuai oleh Dosen FMIPA.

Jika dilihat dari namanya, MUA memanglah merupakan sebuah Masjid yang mana umumnya Masjid digunakan sebagai tempat beribadah umat Islma khususnya Solat Berjamaah. Terkadang sebagian orang menganggap MUA hanya sebagai tempat pelepaskewajiban mereka untuk menunaikan solat, setelah solat berdoa lalu keluar. Namun bagi sebagian orang lagi ada yang menjadikan MUA sebagai tempat melakukan berbagai hal, dan diantara sebagian orang tadi lagi-lagi termasuk diriku hehe.

Berbicara tentang diriku, aku adalah salah seorang warga MIPA yang saat ini bisa kukatakan bahwa hatiku telah menyatu dengan MUA. Bagaimana tidak ? Hampir dikeseharianku, wajahku selalu terlihat di Masjid yang indah ini. Mungkin bagi sebagian orangpun merasa bosan ketika melihatku dan mungkin di dalam hatinya terpikirkan sebuah kata saat melihatku disana yaitu 4L (Lu Lagi Lu Lagi) :D.

Memang bukan cuma diriku yang sering terlihat di MUA, tadi juga aku sudah menjelaskan bahwa ada sebagia orang. Tapi, ada tapinya lagi hehe, diantara sebagian orang lagi aku adalah orang yang paling sering meninggalkan MUA itu di jam-jam yang terbilang larut malam sekitar jam 9an, belum larut malam yah ? wkwk.

Jangan salah dulu, menurutku itu adalah jam yang terbilang larut malam. Bagaimana tidak ? Aku adalah orang yang tidak mempunyai kendaraan pribadi, jadi kalau mau pulang ke rumah itu harus naik angkutan umum. Karena rumahku di Bekasi, aku harus naek Metro Mini dulu menuju ke salah satu stasiun kereta, setelah sampai di stasiun kereta aku harus menunggu Commuter Line nya datang, setelah itu Commuter Line membawaku ke stasiun kereta dimana aku harus berhenti. Setelah sampai di stasiun kereta tujuan, aku harus naik angkot lagi untuk sampai ke rumah. Lumayan kan perjalanannya ? Hehe

Nah pertanyaannya, masih adakah Metro Mini di jam 9an malam ke atas ? Jawabnya ya ada sih cuma satu atau dua metro kadang-kadang, itu aja nunggunya lama banget, dan bahkan sering ku menunggu Metro Mini di depan gerbang kampus hampir setengah jam. Habis itu nunggu kereta lagi kan, habis itu naik angkot. Nah ada cerita menarik juga nih, pernah ataupun sering diriku saat sampai di stasiun tujuan itu sudah tidak ada angkot, dan akhirnya mau tak mau aku harus berjalan kaki dari stasiun ke rumahku yang jaraknya kurang lebih 2-3 Km itu (Tidak tau jauh sebenarnya itu berapa karena tidak pernah nyoba ngitung, tapi perkiraanya segitu hehe).

Nah itu tadi sedikit cerita tentang diriku, jika ditanyakan apakah aku lelah menjalani semua itu ? Mungkin jawabannya tidak, dan bahkan tidak sedikitpun aku berniat untuk tidak akan berlama-lama lagi di MUA. Jujur saja semua hal diatas tidak pernah sedikitpun membuatku lelah karena bagiku MUA merupakan suatu tempat yang bukan hanya tempat bagiku dan orang lain melaksanakan ibadah solat, tapi MUA juga merupakan suatu tempat dimana aku bisa berkumpul dengan orang-orang soleh, tempat dimana aku bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat dengan mengikuti mentoring ataupun kajian lainnya, dan bahkan MUA sendiri merupakan sebuah tempat dimana aku bisa mendapatkan teman yang banyak dari berbagai jurusan dan angkatan.

Karena hal itulah aku merasa betah saat aku berada di MUA, aku senang ketika aku berkumpul dengan saudara-saudaraku disana, dan akupun bersyukur ketika banyak ilmu yang kudapatkan di tempat tersebut. Inilah yang kusebut bahwa hatiku telah menyatu denga MUA. Aku memang bukanlah seorang marboot di MUA, namun jika MUA punya absen kuyakin daftar kehadiranku tak akan jauh berbeda dari daftar kehadiran marboot MUA itu sendiri.

Doaku untukmu, semoga Engkau tetap berdiri kokoh disana dan senantiasa menjadi tempat manusia-manusia soleh dan soleha berkumpul dan menimba ilmu, dan semoga  orang-orang baik selalu bermunculan dari generasi ke generasi dari dirimu.

I Love MUA
Kau bukanlah sekedar tempat ibadah, tetapi engkau adalah sebuah rumah bagi orang-orang soleh dan soleha. Doakan aku yah, semoga aku bisa punya kendaraan pribadi dan aku bisa pulang lebih lama lagi darimu sehingga bertambah banyak lagi ilmu yang kudapatkan dari tempatmu.


TTD

Sahabat MUA